Langsung ke konten utama

Berawal dari Mengorbankan, Berakhir dengan Kebanggaan


Ketika memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi terkadang terdapat kebimbangan ketika ingin mengambil jurusan apa dan juga di universitas mana. Tatkala juga kita harus mengorbankan cita cita yang ingin kita gapai hanya untuk memenuhi ekspektasi orang tua ataupun keluarga. Tak hanya karna adanya tuntutan dari orang tua guru BK juga terkadang ikut andil mengenai hal tersebut, hal ini dikarenakan siswa pastinya akan meminta saran kepada guru BK di sekolah karena menganggap guru BK memiliki pengalaman yang baik dalam bidang ini. Hal tersebut berimbas kepada siswa yang hanya pasrah dan cenderung mengikuti saran dari guru BK ataupun keinginan orang tua. Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya kasus mahasiswa salah jurusan dan kurang enjoy di jurusan yang ia masuki. 

Hal ini juga terjadi kepada Robi’atul Adawiyah mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya prodi Ilmu Komunikasi. Ia harus merelakan jurusan yang ia inginkan karena solusi dan saran yang diberikan oleh guru BK di sekolahnya. Alda sangat ingin masuk di jurusan Psikologi Universitas Airlangga tetapi guru BK nya berkata lain. Ketika ditanyai alasan mengapa ia urungkan niat untuk masuk di jurusan yang ia inginkan. “halangan yang diberikan oleh guru saya, dimana beliau mengatakan bahwa saya tidak akan diterima di jurusan Psikolog Universitas Airlangga melalui jalur SNBP, sehingga saya meminta rekomendasi kepada beberapa guru saya dengan kapasitas nilai saya, yang kemungkinan besar diterima.”  

Pada akhirnya Alda menjatuhkan pilihannya kepada jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Dan kabar baik nya adalah ketika pengumuman seleksi SNBP Alda dinyatakan lolos dan resmi menjadi calon mahasiswa baru dari prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Walaupun kenyataannya harus merelakan jurusan dan Universitas yang ia inginkan tetapi Alda tetep melakukan kewajiban nya sebagai mahasiswa di prodi dan universitas tersebut. “Untuk saat ini selama 3 bulan saya di ikom, belum ada penyesalan besar dalam diri saya, mungkin masih ada rasa belum move on. Tanggapan saya yaitu saya merasakan hal baru yang belum pernah saya dapatkan. Seperti yang awalnya tidak memiliki kemampuan mewawancarai tetapi saya menjadi bisa karena salah satu mata kuliah di ikom dan masih banyak lagi.” Tutur Alda ketika di tanyai mengenai apakah ada rasa menyesal masuk di jurusan Ilmu Komunikasi. 

Setelah menjalani hari-hari sebagai mahasiswa ilmu komunikasi Alda merasa bahwa masuk di jurusan ini bukanlah hal yang sulit ataupun buruk, dia enjoy dan senang dalam mengikuti segala kegiatan atau pembelajaran di kelas. Entah ada dorongan semangat dari keluarga ataupun dengan lingkungan yang baik dan dapat ia terima. “Pada akhirnya saya bangga bisa masuk san menjadi bagian dari keluarga besar ilmu komunikasi Universitas Negeri Surabaya karena saya bisa mempelajari hal baru dan juga mengenal teman teman yang baik dan ramah ramah.” Begitulah tanggapan Alda mengenai jurusan yang ia pelajari saat ini. 

Diakhir Alda juga menyampaikan apa saja yang ingin ia capai di kemudian hari. “saya akan berusaha menekuni jurusan saya saat ini dengan sangat baik, menjaga ipk agar stabil, dan bisa menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.” Begitulah kurang lebih keinginan Alda untuk kedepannya. Alda juga mengungkapkan bahwa tidak ada salah jurusan tetapi lebih ke bagaimana kita bisa enjoy ketika menjalani masa perkuliahan di jurusan tersebut. Teman dan juga lingkungan juga berpengaruh jadi carilah teman yang memang support dan lingkungan yang baik untuk masa perkuliahan kalian. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Kesalahan Menjadi Pelajaran Berharga “Kisah Edo Setiawan”

  Dari Kesalahan Menjadi Pelajaran Berharga “Kisah Edo Setiawan” Kesalahan adalah bagian dari sebuah kehidupan, dari kesalahan-kesalahan terdapat Pelajaran berharga yang dapat membentuk pribadi yang lebih bijak dan sukses di masa depan. Inilah kisah Edo Setiawan, seorang mahasiswa yang telah membuat kesalahan selama menjadi mahasiswa, dan bagaimana pengalaman tersebut membuat dirinya termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Edo Setiawan, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA 2023 pernah membuat kesalahan selama kuliah. Edo Setiawan sering menunda-nunda mengerjakan tugas kuliah sehingga Edo setiawan merasakan dampak dari kesalahannyan. Kebiasaan Menunda-nunda sudah sering dilakukan Edo Setiawan sejak menduduki bangku SMA. “kebiasaan ini sering saya lakukan sejak menduduki bangku SMA karna faktor lingkungan di sekolah, banyak teman-teman saya yang menunda-nunda tugas sekolah dan lebih mementingkan ngopi di warung.” Ujar Edo Setiawan dalam menceritakan pengalamanny...

Harga Kost Melonjak Tinggi di Daerah Ketintang Dengan Fasilitas Yang Kurang Memadai

  M. Rizky Widana NIM 23041184046 -Perlu diketahui bahwa beberapa mahasiswa baru mengeluh tentang harga kost melonjak tinggi serta kurangnya fasilitas yang tempatnya berada tidak jauh dengan kampus Universitas Negeri Surabaya, membuat para mahasiswa ini cukup bingung karena pengeluaran mereka juga semakin tinggi, itu juga belum terhitung dengan kebutuhan sehari hari mereka. Ada salah satu mahasiswa yang bersedia untuk mengungkapkan pendapatnya, dan termasuk ke dalam salah satu mahasiswa yang tinggal di kos dengan jarak cukup dekat pada kampus Universitas Negeri Surabaya. “ menurut saya sebagai anak rantau cukup kaget dengan harga kost yang melambung tinggi tetapi tidak sesuai sama ekspektasi saya karena biasanya biaya kost segitu sudah mendapatkan fasilitas seperti kamar mandi dalam, dinding yang berupa tembok bukan plafon, dan ruangan dengan harga segitu harusnya besar tetapi waktu saya lihat ternyata tidak sesuai dengan harga, ya mungkin karena tempatnya dekat dengan kampus makan...

Pembuatan judul dan headline berita yang menarik pembaca, simak tata caranya

Surabaya- Selasa tanggal 3 Oktober 2023 dosen mata kuliah jurnalistik Universitas Negeri Surabaya ibu Putri Aisyiyah memberikan pembelajaran jurnalistik yang dilaksanakan via zoom meeting. Pada saat pembelajaran bu Putri tidak menjelaskan sendiri materi jurnalistik, tetapi beliau menjadi moderator dan yang menjadi pemateri pada kelas jurnalistik adalah bapak Agus Setiawan. Pak Agus Setiawan memberikan materi bagaimana cara membuat judul dan headline yang menarik agar berita yang kita buat lebih efektif dan menarik minat baca khalayak ramai. Pak Agus menerangkan bahwa pembuatan judul dan headline menjadi hal yang paling penting untuk menarik perhatian pembaca. Lebih lanjut pak Agus menerangkan bahwa sebagai penulis berita kita harus mengetahui target audience dari berita yang kita buat. Ada 4 cara bagaimana kita sebagai penulis berita bisa mengetahui target audience berita yang antara lain Pahami Demografi, Perhatikan Kepentingan, Gunakan Bahasa yang Sesuai, dan yang terakhi...