Rafelina Rosa Al Edhen
Semua manusia pasti memiliki impian yang ingin ia capai. Dan
semua impian membutuhkan perjuangan yang harus dilalui. Kadang sulit dan kadang
juga mulus. Sama seperti ungkapan anak zaman sekarang, di dunia ini nggak
ada yang gratis. Harus ada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan supaya
mendapatkan apa yang ingin didapatkan.
Rosa, seorang mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri
Surabaya, mengungkapkan beberapa kisah perjuangan yang pernah ia lewati. Rosa membagikan
pengalamannya ketika ia hendak mengikuti lomba KSN Matematika. Saat proses
seleksi, sekolah hanya mengambil 5 peserta, dan Rosa berada pada posisi 6. Rosa
menambahkan bahwa yang dia rasakan saat itu sangat sakit dan ia merasa gagal. Namun,
sore harinya Rosa mendapatkan informasi soal Duta Buku. Sebenarnya ia ragu
untuk mengikuti lomba tersebut dikarenakan ini tingkat nasional. Rosa berpikir
bahwa saingan yang akan ia hadapi pastinya sudah matang persiapan dan
mentalnya. Di awal Rosa masih merasa minder, namun salah satu guru SMAnya
memberikan dorongan dan motivasi kepada Rosa bahwa ia bisa. Pada akhirnya, Rosa
pun mendaftar seleksi duta tersebut bersama 3 orang temannya. Tetapi, 2 orang
temannya tersebut memilih untuk menyerah setelah pengumuman administrasi dan
pada akhirnya hanya Rosa dan satu temannya yang mengikuti.
Rosa menjelaskan bahwa setelah ia mengikuti beberapa tahapan
seleksi ia mengaku bahwa ia mendapatkan banyak kenalan baru dari berbagai
daerah, seperti Jakarta, Aceh, dan lain – lain. Sempat Rosa kembali merasa
minder dikarenakan cara bicara dari teman – teman luar daerahnya sudah matang,
namun Rosa tidak ingin berkecil hati dan ia tetap optimis akan kemampuan yang
ia miliki.
Setelah melalui tahapan – tahapan seleksi, tibalah saat
pengumuman kejuaraan. Pada saat MC menyampaikan Harapan tiga, dua, dan satu, Rosa
merasa ia gagal dikarenakan Namanya tidak disebut. Dan ternyata Rosa menempati
posisi juara dua. Ia menambahkan, walaupun hanya juara dua, namun ia tetap
bersyukur karena ia mendapatkan ganti yang lebih baik dari kekecewaan yang
diberikan KSN Matematika.
Rosa juga menceritakan tentang perjalanannya waktu ia
mendaftar SNBP. Ia mengaku bahwa saat ia mendaftar SNBP itu ia sangat optimis. Namun
ia merasakan bimbang saat memilih jurusan. Rosa menjelaskan bahwa sebenarnya ia
tidak ingin mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dan ingin mengambil Sastra Jawa. Saat
pengisian jurusan, Rosa membulatkan tekad untuk hanya mengisi satu pilihan
saja. Tetapi, guru – gurunya memberi pengertian bahwa akan sangat disayangkan
bila ia hanya mengisi 1 pilihan jurusan saja.
Dua hari sebelum tenggat submit, Rosa baru mengetahui
tentang jurusan Ilmu Komunikasi dari orang tuanya. Dan pada akhirnya Rosa
mengisi pilihan pertamanya dengan Ilmu Komunikasi UNESA dan pilihan keduanya
Sastra Jawa UNESA. Hasil akhirnya, Rosa berhasil lolos di Ilmu Komunikasi UNESA
jalur SNBP.
Motivasi dan pesan – pesan dari Rosa untuk semua orang yang
sedang berjuang yaitu optimislah dalam hal apapun yang ingin kamu capai. Terkadang
takdir itu tidak pernah terbayangkan oleh kita bakal seperti ini atau seperti
itu. Kita harus berusaha, kita harus mengambil kesempatan yang ada karena waktu
tidak bisa diputar. Doa dan usaha itu kuncinya.
Penulis : Tsaltsa Reza Khalili
NIM : 23041184075
Komentar
Posting Komentar